pembelajaran dimasa pandemi covid 19


 
Pembelajaran online pertama saya, saya hampir lupa kalau ada sekolah saat itu, saya ketiduran, untung saja ibu saya membangunkan saya untuk mengikuti pembelajaran online melalui zoom yang pertama kali saya ikuti yaitu pelajaran sejarah peminatan oleh pak ulin, Alhamdulillah saya belum terlambat, tetapi wajah saya tidak kelihatan saat pak ulin mengambil gambar (screnshoot).
Setelah itu, kelas yang ke 2 di susul oleh pak armono melalui kelase, hampir sama dengan zoom, kelase juga bisa menampilkan gambar dan suara, tetapi hanya bisa melalui laptop, untuk yang menggunakan gadget mungkin belum bisa untuk video nya, hanya bisa melihat.
Belum selesai jam pelajaran pak armono, beliau pun meninggalkan kelas nya, karena rapat mendadak, tetapi laptop pak armono tidak di matikan, sepertinya pak armono lupa wkwkwk


Kendala belajar online menurut saya, kadang-kadang situsnya ngelag, materi yang di berikan berbentuk pdf, yang semakin hari semakin bertambah, membuat hp saya tidak cukup ruang, kuota yang digunakan juga cepat habis.
kendala utama yang saya rasakan yaitu, saya suka ketiduran di jam jam sekolah, karena malamnya saya begadang, sulit tidur.
Untuk situs kelase, akun saya sering ke-log uot sendiri, dan saat saya memasukan pasword selalu salah.


Saran saya untuk pembelajaran, sebaiknya berangkat sekolah seperti biasanya, agar saya tidak sering ketiduran saat mengikuti zoom.
Pembagian kuota gratis dari pemerintah sebaiknya berjalan setiap bulan, agar siswa dapat dengan lancar mengikuti pembelajaran tanpa meminta uang kuota kepada orang tua.
Kepada bapak/ ibu guru yang membuat kelase tolong bantuanya untuk bisa menggantikan pasword saya yang baru, 
TERIMAKASIH.




Anisa Hapsari
XII IPS  2




Komentar